Peta administrasi desa adalah representasi visual yang menunjukkan batas-batas wilayah desa serta pembagian administratif di dalamnya, seperti dusun, RW, dan RT. Peta ini juga mencakup informasi penting seperti lokasi fasilitas umum (kantor desa, sekolah, puskesmas), jalan utama, sungai, dan lahan tertentu yang memiliki fungsi khusus. Dalam hal ini mahasiswa Universitas Diponegoro, Izzata Salsabila telah melakukan program kerja dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan pelaksanaan “Sosialisasi Pembuatan Peta Administrasi di Desa Doyong”. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan perencanaan pembangunan, mengelola sumber daya, serta mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian lebih, seperti pengembangan infrastruktur atau program sosial. Peta ini juga berperan sebagai alat penting dalam mencegah konflik batas wilayah antar desa serta sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan tata ruang desa.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan penjelasan tentang konsep dasar peta administrasi desa, manfaatnya, metode pengumpulan data, serta teknik penyusunan peta berbasis teknologi digital. Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Desa Doyong, perangkat desa, serta beberapa perwakilan masyarakat yang berperan dalam pengelolaan tata wilayah desa.
Output dari kegiatan tersebut berupa pembuatan peta administrasi Desa Doyong diharapkan perangkat desa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya peta administrasi dan dapat mengaplikasikan konsep pemetaan ini dalam pengelolaan tata ruang desa secara lebih efektif dan efisien demi kemajuan Desa Doyong.
Editor: Abdullah Abidin S.E.
Penulis: Izzata Salsabila
Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Drs. Priyono, M.SiDr. Drs. Priyono, M.Si
Lokasi KKN: Desa Doyong, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen