Dukuh Bulu: Sentra Pengrajin Tempe Turun-Temurun di Desa Doyong
Desa Doyong, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen memiliki banyak potensi unggulan di bidang pertanian dan usaha kecil menengah. Salah satu potensi yang patut dibanggakan adalah Dukuh Bulu, yang dikenal sebagai sentra pengrajin tempe tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Tradisi yang Terjaga Sejak Lama
Kerajinan tempe di Dukuh Bulu telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak puluhan tahun lalu. Hampir setiap rumah tangga di dukuh ini memiliki aktivitas produksi tempe, baik dalam skala kecil maupun menengah. Keahlian membuat tempe diwariskan dari orang tua kepada anak, sehingga cita rasa khas tempe Dukuh Bulu tetap terjaga hingga kini.
Proses pembuatan tempe masih dilakukan dengan cara tradisional, menggunakan kedelai pilihan dan ragi alami, tanpa bahan pengawet. Hal ini menjadikan tempe produksi Dukuh Bulu memiliki aroma harum, tekstur lembut, dan rasa gurih yang khas.
Sumber Penghidupan dan Kebanggaan Warga
Selain menjadi warisan budaya, usaha tempe juga menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga. Setiap hari, para pengrajin memproduksi tempe yang kemudian dipasarkan ke berbagai wilayah sekitar Miri bahkan hingga ke luar kecamatan. Aktivitas ini tidak hanya mendukung ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong antarwarga.
Harapan ke Depan
Ke depan, Dukuh Bulu diharapkan menjadi ikon kuliner khas Desa Doyong, dan akan mulai mengembangkan inovasi olahan berbahan dasar tempe, seperti tempe kering, keripik tempe, dan sambal tempe, untuk memperluas pasar dan menarik minat konsumen modern. sekaligus inspirasi bagi desa lain dalam menjaga warisan budaya lokal sambil meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Profil Singkat
-
Nama Dukuh: Bulu
-
Desa: Doyong
-
Kecamatan: Miri
-
Kabupaten: Sragen
-
Potensi Unggulan: Sentra pengrajin tempe tradisional
-
Ciri khas: Tempe alami, rasa gurih, tanpa bahan pengawet