Mencegah dan Mengatasi Bullying: Program Kerja Monodisiplin oleh Nuraeni Farida Mahasiswa KKN Tim II Undip Tahun 2023/2024
Pada tanggal 25 Juli 2024, Nuraeni Farida, mahasiswa Hukum angkatan 2021, melaksanakan program kerja monodisiplin dengan fokus pada pendampingan terkait bullying di SDN 1 Doyong dan SDN 2 Doyong. Program ini menyasar siswa kelas 3 dan 4 dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang bullying serta upaya pencegahannya.
Program ini dimulai dengan memberikan penjelasan mendalam tentang bullying. Bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan secara berulang kali dengan tujuan menyakiti atau menindas orang lain, baik secara fisik, verbal, maupun sosial. Peserta didik dijelaskan bahwa bullying tidak hanya menimbulkan dampak fisik tetapi juga psikologis yang dapat mempengaruhi perkembangan mental dan emosional anak.
Dalam upaya pencegahan, Nuraeni Farida menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang saling mendukung di sekolah. Beberapa langkah pencegahan yang diperkenalkan meliputi:
- Pendidikan dan Kesadaran: Mengedukasi siswa tentang perbedaan antara perilaku yang baik dan buruk, serta pentingnya saling menghormati.
- Komunikasi Terbuka: Mendorong siswa untuk berbicara dengan guru atau orang tua jika mereka merasa terganggu atau melihat tindakan bullying.
- Kegiatan Positif: Mengadakan aktivitas yang mempromosikan kerjasama dan persahabatan di antara siswa.
Siswa diajarkan langkah-langkah yang harus diambil jika mereka atau teman mereka menjadi korban bullying. Ini termasuk:
- Berbicara dengan Orang Dewasa: Segera melaporkan kejadian bullying kepada guru, konselor, atau orang tua.
- Menjaga Bukti: Mengumpulkan bukti jika memungkinkan, seperti rekaman atau catatan kejadian.
- Mencari Dukungan: Mencari dukungan dari teman dan keluarga untuk merasa lebih kuat dalam menghadapi situasi tersebut.
Program ini juga menyoroti peran penting yang dimainkan oleh sekolah dan orang tua dalam pencegahan bullying. Sekolah diharapkan:
- Menerapkan Kebijakan Anti-Bullying: Menyusun dan menerapkan kebijakan yang tegas terhadap tindakan bullying.
- Mengadakan Pelatihan untuk Guru: Melakukan pelatihan agar guru bisa mengenali dan menangani kasus bullying dengan tepat.
- Menciptakan Lingkungan Aman: Membentuk lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
Orang tua, di sisi lain, diminta untuk:
- Berkomunikasi Secara Rutin: Menjaga komunikasi yang terbuka dengan anak mengenai pengalaman mereka di sekolah.
- Menjadi Teladan: Menunjukkan perilaku yang baik dan penuh hormat dalam kehidupan sehari-hari.
- Dukungan Emosional: Memberikan dukungan emosional dan membantu anak mengatasi dampak dari bullying.
Sebagai output dari kegiatan ini, poster "Stop Bullying" dipasang di mading sekolah SDN 1 Doyong dan SDN 2 Doyong. Poster ini berfungsi sebagai pengingat visual bagi siswa untuk tidak terlibat dalam tindakan bullying dan untuk selalu melaporkan jika mereka mengalami atau menyaksikan bullying.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa, guru, dan orang tua mengenai bullying serta strategi pencegahannya. Semoga upaya ini dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan harmonis bagi semua siswa.
Editor : Abdullah Abidin S.E.
Penulis : Nuraeni Farida
Lokasi : Desa Doyong, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen
Hari : Kamis, 25 Juli 2024
DPL : Tari Purwanti, S. Ant., M. A.