Kamis, 1 Agustus 2024 – Desa Doyong, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen
Pada Kamis, 1 Agustus 2024, tepat pada pukul 08.30 WIB, Lintong Sahala Sirait, mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2021, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pertanian Desa Doyong dengan menyelenggarakan program pembuatan alat pemupuk jagung sederhana. Program kerja monodisiplin ini dirancang khusus untuk petani di Desa Doyong, dengan fokus pada mempermudah proses pemupukan tanaman jagung sehingga dapat memaksimalkan hasil panen di masa depan.
Program ini merupakan bentuk dari respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh petani di desa Doyong. Jagung sebagai salah satu komoditas utama sangat memiliki peran penting dalam perekonomian lokal. Namun, metode pemupukan yang masih tradisional seringkali membutuhkan banyak waktu dan tenaga, terutama pada lahan yang luas. Selain itu, pemupukan jagung secara konvensional acapkali membuat sakit pinggang.
Adapun jenis pupuk yang dapat digunakan untuk jagung ialah jenis pupuk NPK Nitrogen (N) Fosfor (P) dan Kalium (K). Pupuk NPK pada jagung harus diletakkan langsung pada tanah karena memiliki sifat yang dapat merusak daun jagung jika mengenainya. Selain itu, pupuk NPK memiliki kadar keasaman yang bersifat basah yang dapat membuat kulit iritasi dalam waktu yang lama. Petani masih memupuk jagung dengan cara berjalan menunduk maju dan menggunakan tangan.
Dengan pemahaman yang kuat tentang kebutuhan dan potensi desa, tim mahasiswa KKN merumuskan sebuah inisiatif untuk mengatasi permasalahan tersebut berdasarkan wawancara petani. Kemudian, pembuatan produk dimulai dari perancangan produk dengan membuat sketch gambar produk. Kegiatan dilanjutkan dengan pembelian material berupa pipa PVC tipe D 2”, tipe D ¾”, dan tipe D ½”. Kemudian dilakukan pembuatan berupa pemotongan pipa, pelubangan keluaran pupuk, pengaitan pegas, dan pelekatan untuk dop pipa, vlok sock, serta pengait pipa. Terakhir dilakukan pengujian alat sekaligus penjelasan cara kerja dan cara pembuatan alat pada petani.
Pengujian alat sekaligus penjelasan cara kerja dan cara pembuatan dilakukan di ladang jagung diikuti empat orang petani. Petani menguji dan mencoba alat yang telah dibuat pada lahan pertanian. Alat diuji coba dengan memasukkan pupuk NPK pada alat dilanjutkan berjalan maju dan mengetuk alat pada tanah sehingga jumlah pupuk dapat keluar sesuai dengan bentuk luaran lubang alat. Para petani secara pribadi menyampaikan apresiasi pada mahasiswa KKN atas bantuan yang diberikan sehingga dapat mempermudah dalam proses penanaman jagung. Juga, mahasiswa KKN menjelaskan cara pembuatan alat tersebut melalui poster yang telah dibuat sebelumnya. Penjelasan tersebut dapat diterima dengan sangat baik oleh para petani.
Melalui program monodisiplin yang digagas oleh Lintong Sahala Sirait, mahasiswa KKN telah berhasil memberikan kontribusi yang berarti dalam meningkatkan pertanian jagung di desa Doyong. Dengan dibuatnya produk tersebut, Lintong berharap alat tersebut dapat diproduksi lebih banyak lagi, baik oleh petani maupun melalui pemerintah. Semoga inisiatif seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat petani di seluruh negeri.
Editor : Abdullah Abidin S.E.
Penulis : Lintong Sahala Sirait (Teknik Mesin, Universitas Diponegoro)
Lokasi : Desa Doyong, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen
Hari : Kamis, 1 Agustus 2024
DPL : Tari Purwanti, S. Ant., M. A.